Tuesday, November 18, 2008
Sad Story about My Peugeot XU9 Engine
Gejala awal dimulai setelah diajak lari-lari kecil di Jagorawi. Beberapa lama kemudian, saat udara masih dingin, karena di pagi hari. Rutinitas adalah ngecek ketinggian air radiator. Sewaktu lagi buka tutupnya, tiba-tiba.. jessss.. Air muncrat dari mulut pengisian air. Aneh, mesin dingin tapi air keluar tumpah gitu.
hmm.. gejala apa nih?. Ah.. ga perlu dipikirin. Palingan lagi masuk angin gitu :)
Isi air lagi dan bleeding cooling systemnya. Dibawa jalan lagi deh. Langsung tancep ke Bogor via Jagorawi lagi :)
Pas keluar di Bogor. Kondisi jalan lancar, ternyata temperature tidak memperlihatkan kondisi yang seperti biasa, dia mudah sekali ke 90d Celcius. Namun sulit untuk turun. :(
Akhirnya setelah sampai ditujuan. Setelah dingin, buka tutup radiator lagi. Tumpah lagi tuh. Rutinitas bleeding lagi deh dan temperature kembali normal.
Perjalanan dilanjutkan kembali keliling Bogor. Kemudian pulang via Jagorawi ke Jakarta macet juga rutenya. Total 2,5jam tuk sampe rumah. Alhamdulillah temperature lancar. Hmm.. dah beres kalo gitu pikirnya.
Pagi hari, saat mau dibawa ngantor, seperti biasa cek air radiator lagi. Tumpah lagi ternyata. Wah semakin was-was aja nih, tapi karena itu merupakan Tour of Duty nganter nyokap, harus jalan nih, bisa marah2 beliau kalo ga dianter. :J
Memang temperature stabil, tapi tidak seperti biasanya yang ini susah sekali turun. Walaupun sampai kantor dengan selamat. Nah mulailah petaka terjadi, malem sblm pulang cek radiator seperti biasa tumpah lagi tuh. Lakukan prosedure standard.
Kemudian start engine, wah gak mau hidup tuh. :( Setelah lama ga mau hidup. Diputuskan tuk buka Busi. Busi nomor 4 dibuka hasilnya normal, busi nomor 1, normal. Ternyata, busi nomor 2 dan 3 ada airnya. Wah ini sih terjadi rembes air radiator kearea pembakaran. So, diputuskan untuk meng-grounded 405 tuk mencegah kerusakan lebih lanjut.
Setelah nyampe dibengkel. Dibedahlah mesin, angkat cylinder head. *gleg* ternyata beginilah hasilnya.
Thursday, October 30, 2008
Peugeot 405 dengan Karburator AISAN Toyota Kijang 7K
Kembali ke topiknya, mungkin semua karburator bisa dipasang di Peugeot 405 ini. Asal mau memodif beberapa bagian dikarbu. Nah sehubungan karena populasi karbu kijang yang telah banyak dipakai dimana-mana di Indonesia. Jadi ketersediaan parts tuk karbu pengganti ini ada dimana-mana.
Mengapa yang dipilih karburator Kijang 7K. Karena dari spesifikasinya kapasitas Cylinder dari 7K adalah disekitaran 1.8L, jadi gak terlalu jauh dengan engine XU9 nya Peugeot yang 1905cc.
Mulailah hunting, tentu tak sesulit yang dibayangkan dong.. Kijang gituloh. :)
Sebetulnya banyak tempat tuk mencari karburator ini. Tapi saya merefer di daerah Joglo, selain deket juga. Karena menurut pengalaman montir saya, disana ada yang menjual parts ex mobil-mobil yang kualitas baik dan bergaransi.
Berangkat kesana, ketemulah karburatornya. Mereka menyebutnya karburator Kijang Grand. Mungkin karena kijang 7K banyak dilabelin Grand. Tapi bagi saya itu merupakan Karburator Kijang 7K.
Proses pemasangan saya serahkan oleh montir saya. Mas Bandi dari Bandi Jaya Motor, di Swadharma Raya, Ulujami.
Setelah beliau cek sana sini. Beliau berkesimpulan supaya yg dibubut adalah intake Manifold nya 405 ini. Walaupun saya inginnya karburator kijang-nya saja yang dibubut supaya pas dengan baut standard Intake Peugeot 405 ini. Tujuannya, supaya tetep Orisinil Intake Manifold aslinya sih. ;))
hmm.. setelah dapat pencerahan dari beliau. Terutama dengan jalur air pendingin yang ada di intake manifold tersebut. Beliau bilang masih aman untuk di tap lubang baru, sesuai dengan Karbu Kijang, karena posisi lubang baru justru lebih kedalam. Jadilah sepakat untuk melubangi Intakenya dibandingkan harus melubangi Karbu Kijangnya. Paling tidak Karbu Kijang nya tetap Orisinil. Masih tinggi harganya kalo mau dijual lagi kali yah. :-P
Beliau mencopot dan membawa intake nya ke tukang bubut untuk membuat lubang drat baru. hmm prosesnya keknya mudah nih. :)
Well.. setelah dibubut. Prosesnya sepertinya bener2 mudah. Tadinya saya berharap kabel gas orisinilnya dipertahankan. Tapi beliau lebih memilih pakai kabel gas kijang. :)
Setelah terpasang beginilah jadinya.
adaptor supaya pas dengan cover aslinya karena yang aslinya bentuknya oval
Ruang di Intake juga lebih kering.
Bagaimana dengan performa? Ini penting. Kalo ganti karbu ternyata ga ada larinya kan jadinya bikin kesel. Ternyata akselerasi sama enaknya. Namun konsumsi BBM sepertinya gak begitu jauh signifikan. Mungkin karena rute macet yang dilewati. Soalnya tuk jarak 15km saja, paling cepat 1 Jam tuh. :) Akselerasi dari 0-100kpj juga mudah. Pedal gas masih banyak.
hmm ternyata karbu kijang std tanpa disetting ulang spuyer-spuyernya dah cukup.
Kalo dibandingkan cara kerja karbu AISAN kijang ini dengan karbu Solex 34-34. Skep kedua (Secondary Ventury Valve) dari karbu AISAN menggunakan vakum, jadi skep akan terbuka kalo kondisi kevakuman tercapai. Saya tdk tau di RPM brp mulai bekerja, tapi dugaan saya mulai bekerja di sekitar 3000RPM. Sedangkan skep kedua dari Karbu Solex dia berdasarkan Injekan Pedal Gas, jadi apabila <3/4 Skep kedua Masih menutup, nah diatas itu mulai membuka seiiring dengan semakin dalam (gas pol) dia akan membuka 100% juga.
Logikanya sih, harusnya lebih irit yang Solex. Karena jarang bejek lebih dari 3/4, namun semua bukan cuma ini saja yg berpengaruh. Bisa juga dari diameter venturi dan lain-lain. :)
Tuesday, October 21, 2008
Membedah Karburator Peugeot 405 (Solex 34-34)
Dikarenakan keingintahuan mengenai karburator mobil ini. Kebetulan memang tidak yakin dengan kondisi karburator mobil saya ini, soalnya di body karburatornya saja kotor. Karena rembes bensin diantara paking body dengan top cover karbu. Kemudian issue berikutnya busi gampang mati ato rada basah gitu yang menandakan sepertinya bensin kebanyakan masuk ke ruang bakar. :(
Mulailah mencari referensi-referensi mengenai karburator ini. Setelah dapat beberapa diagram referensi mengenai Solex 34-34 yang juga banyak dipakai oleh Citroen terutama Citroen BX. Maka, semakin beranilah tuk membedahnya.
Gbr atas : Karbu komplet dari depan, lengkap dg Idle Up AC..
Gambar atas : posisi dari belakang. deket dengan firewall..
Gambar atas : posisi samping kiri, yg menuju filter udara..
Gambar atas : Dari bawah karburator
Berikut saya coba ceritakan bagaimana proses pembukaan/pemretelan karburator Solex ini. Maaf ya cuma bongkar dan merakit ulang aja. Karena beberapa masalah yang ada di karburator ini sepertinya tidak bisa saya benerin. Mungkin kalo ada yang tau caranya bisa dikasih tau.. Please :D
Pertama-tama adalah melepas selang2 vakum yang menempel ke karburator tersebut, kemudian lepaskan kabel gas dan selang-selang air auto-chokenya (lingkaran warna kuning), melepas selang bensin (lingkaran warna merah), kemudian untuk melepaskan karburator komplet dari intake manifold mobilnya dengan cara melepas 4 baut dibawah karburatornya dengan kunci L bintang. Setelah itu ke 4 baut tersebut dibuka. Tinggal ditarik keatas.
Setelah karburator terangkat, langkah selanjutnya mempretelin karburator sampai isi-isinya. hmm cukup obeng aja deh yang kerja keras. Pertama kali buka mur untuk penutup top body karburator. Ada 4 baut. Buka satu persatu. Setelah terbuka maka isinya terlihat seperti gambar dibawah ini.
Kemudian dicoba juga mempreteli bagian samping dari body karburator. Diantaranya ada kotak segi empat yang merupakan accelerator pump. seperti gambar dibawah ini.
Sayang sekali karbu ini sekrupnya, tepatnya mal sekrup di body karbu ini dah dol :( Mungkin karena kualitas material Solex ini yg kurang baik. Karena banyak kasus karburator Peugeot 405 sekrup2nya yang dol.
Kemudian bagian samping yang lain adalah Enrichment Diafragma, yg dibungkus oleh segitita seperti gambar dibawah ini.
Gambar atas : membran enrichment diafragma.
Gambar atas : Housing enrichment diafragma
Ternyata dibagian ini. Setelah ditest koq ngocor bensin terus yaa.. Pantesan lubang vakumnya ini ditutup dari dulu. :(
Wah makin berat nih. Kira2 ada yang tau cara benerin ini? Plis kasih tau yaah. Penting! :)
Selanjutnya pemeriksaan karbu secara umum. Yang paling mudah bagian bawah karbu harus rata. Sayangnya nih. Sekali lagi sayang.. ternyata karbu ini sudah melengkung. :(( Build material nya yg jelek kali ya.
Cara ngeceknya tgl ambil penggaris aja terus disejajarkan deh penggaris ke body bawah karbu tersebut. Kalo ada celah ditengah2 penggarisnya. Pastinya melengkung.
Gambar atas : Melengkung pada bagian pinggir karburator.
Aslinya karbu ini menggunakan automatic choke. Sayang bagian Automatic Chokenya dah sekarat juga. Sepertinya di Membran untuk automatic choke-nya sudah keras, seperti keripik gitu :)
Walaupun bagian penarik ke kondisi normal apabila mesin telah panas sepertinya masih berfungsi.
Berikut foto-foto Spuyer, Spuyer primary ventury 117 sedangkan yang secondary venturynya 122. hmm.. cukup besar juga ya. Gambar berikutnya merupakan parts dibawah Spuyer. Kemudian gambar Jarum Idle.
Gambar atas : Spuyer standard
Gambar berikut merupakan isi dari katup ventilasi karburator Solex, yg terdiri dari solenoid, per dan klep karet yg tidak tampak dalam gambar, letaknya diujung plg kanan terpasang seperti paku payung.
Gambar atas : Solenoid ventilated valve
Gambar atas : Pelampung dan Ketinggiannya harus diukur
Gambar atas : Thermostatic Capsule.
Demikian proses bedah karbu Solex 34/34.
Untuk memasangnya kembali bisa dimulai dari urutan yang paling belakang proses diatas.






