Tuesday, December 9, 2008
Citroen XU10 hari berikutnya....
Naah, terkait dengan karburator, jadi beberapa parts XU9 diambil diantaranya adalah : Intake Manifold dengan Karburatornya, Top Cover Cylinder Head, Distributor dengan Dudukannya.
Kalo data spesifikasinya XU10..
Kapasitas : 1998 cc
Bore : 86 mm
Stroke : 86 mm
Compression Ratio : 9.5 : 1
Bandingkan dengan XU9
Kapasitas : 1905 cc
Bore : 83 mm
Stroke : 88 mm
Compression Ratio : 8.0:1 s.d. 9.3:1 (yg mesin lama saya yg mana yaa?)
Kalo dari Kompresi rasio aja dah beda tuh.. pasti yahud powernya, terus bore-nya juga lebih gede dengan stroke lebih rendah menandakan mesinnya bertenaga diputaran mesin atas. Teorinya sih, ga tau apa teorinya apa dipengaruhi dari berbagai parts lain. :)
Berikut foto2nya
Monday, December 1, 2008
Citroen XU10 Engine telah tiba
Tentu saja, saya harus mencari referensi tambahan mengenai bagaimana cara implementasi mesin tersebut ke Peugeot 405 Phase-1 yang standardnya memakai XU9. Apalagi mesin XU10 pemasok bahan bakarnya injeksi, tentu akan ada perubahan di sektor system bahan bakarnya. Ternyata diantara member Peugeot 405 Indonesia sudah ada 2 orang yang positif menggunakan mesin XU10 dengan karburator. Semakin tertariklah untuk pakai XU10, terjadilah diskusi lebih lanjut mengenai cara2nya. :)
Karena itu pilihan yang ada di kepala adalah XU10 merupakan prioritas utama, baru kemudian XU9 lagi. ;)) Mesin yang dicari tentu diharapkan lengkap dengan parts standard yang terkait dengan drive belt mesin tersebut. Alhamdulillah, setelah melihat-lihat berbagai macam mesin, saya mendapatkan mesin lengkap dengan Injector, Alternator, Pompa power steering, Kompresor AC, Koil dan lain-lain.
Mesinnya sendiri dari Citroen. Mengapa Citroen? Kebetulan Peugeot dan Citroen satu group, nama resminya kalo tidak salah PSA Peugeot-Citroen. Karena mesinnya mirip sekali dengan mesin Peugeot 405 Sti yang ada di Indonesia saya memutuskan tuk ambil yang Citroen, karena mesin Peugeot XU10 kondisinya sepertinya dibawah mesin ini. Mesin XU9 sendiri disini dipakai di Citroen BX 19 Gti, sedangkan XU10 nya saya belum tau darimana asalnya, kemungkinan dari varian Citroen ZX yang belum saya lihat beredar di Indonesia. CMIIW.
Setelah memutuskan membeli XU10 pun, disana saya menurunkan 2 mesin. :) Biar keputusan akhir setelah melihat kondisi luar masing-masing mesin itu dilantai. Yaitu Peugeot XU9 dan Citroen XU10. Jadi saya mengabaikan XU10 Peugeot, karena kondisinya sedikit lebih dibawah dan posisi mesinnya terlalu rumit di gudang penyimpanannya. Setelah lebih teliti melihat mesin Peugeot XU9, saya berpendapat ada perbedaan dengan mesin XU9 saya yang lama, dari karburator, distributor dan belalai filter udaranya termasuk kotak filter udaranya. :) Jadi setelah dipikir-pikir, sudah bulat untuk ambil mesin Citroen XU10 saja.
Berikut foto-foto saat proses seleksi sampai dengan setelah dibawa ke bengkel mas bandi.
Kesimpulannya, proses ini masih awal, masih ada proses lanjutan terutama mengenai pemasangannya yang menurut saya masih harus diperhitungkan terutama proses memindahkan beberapa bagian mesin XU9 lama ke XU10 ini. Namun tuk sementara saya lebih tenang, karena mesin yang diidamkan telah tiba, tinggal menunggu proses lebih lanjut supaya bisa terpasang dengan baik dan sesuai harapan, supaya berasa naek mobilnya Sebastian Loeb di WRC kali yah :-J. Amin. :)
Tuesday, November 18, 2008
Sad Story about My Peugeot XU9 Engine
Gejala awal dimulai setelah diajak lari-lari kecil di Jagorawi. Beberapa lama kemudian, saat udara masih dingin, karena di pagi hari. Rutinitas adalah ngecek ketinggian air radiator. Sewaktu lagi buka tutupnya, tiba-tiba.. jessss.. Air muncrat dari mulut pengisian air. Aneh, mesin dingin tapi air keluar tumpah gitu.
hmm.. gejala apa nih?. Ah.. ga perlu dipikirin. Palingan lagi masuk angin gitu :)
Isi air lagi dan bleeding cooling systemnya. Dibawa jalan lagi deh. Langsung tancep ke Bogor via Jagorawi lagi :)
Pas keluar di Bogor. Kondisi jalan lancar, ternyata temperature tidak memperlihatkan kondisi yang seperti biasa, dia mudah sekali ke 90d Celcius. Namun sulit untuk turun. :(
Akhirnya setelah sampai ditujuan. Setelah dingin, buka tutup radiator lagi. Tumpah lagi tuh. Rutinitas bleeding lagi deh dan temperature kembali normal.
Perjalanan dilanjutkan kembali keliling Bogor. Kemudian pulang via Jagorawi ke Jakarta macet juga rutenya. Total 2,5jam tuk sampe rumah. Alhamdulillah temperature lancar. Hmm.. dah beres kalo gitu pikirnya.
Pagi hari, saat mau dibawa ngantor, seperti biasa cek air radiator lagi. Tumpah lagi ternyata. Wah semakin was-was aja nih, tapi karena itu merupakan Tour of Duty nganter nyokap, harus jalan nih, bisa marah2 beliau kalo ga dianter. :J
Memang temperature stabil, tapi tidak seperti biasanya yang ini susah sekali turun. Walaupun sampai kantor dengan selamat. Nah mulailah petaka terjadi, malem sblm pulang cek radiator seperti biasa tumpah lagi tuh. Lakukan prosedure standard.
Kemudian start engine, wah gak mau hidup tuh. :( Setelah lama ga mau hidup. Diputuskan tuk buka Busi. Busi nomor 4 dibuka hasilnya normal, busi nomor 1, normal. Ternyata, busi nomor 2 dan 3 ada airnya. Wah ini sih terjadi rembes air radiator kearea pembakaran. So, diputuskan untuk meng-grounded 405 tuk mencegah kerusakan lebih lanjut.
Setelah nyampe dibengkel. Dibedahlah mesin, angkat cylinder head. *gleg* ternyata beginilah hasilnya.


